Rabu, 28 Maret 2018

Review: Danur 2: Maddah

Info:
Rumah Produksi: MD Pictures & Pichouse Films
Produser: Manoj Punjabi
Sutradara: Awi Suryadi
Penulis: Lele Laila
Pemain: Prilly Latuconsina, Bucek, Sophia Latjuba, Sandrinna Michelle Skornicki, Shawn Adrian Khulafa, Gamaharitz, Kevin Bzezovski, Alexander Brain, Matt White, Justin Rossi, Elena Victoria Holovcsak.


Sinopsis:
Risa (Prilly Latuconsina), remaja perempuan yang memiliki 3 sahabat hantu bernama Peter (Gamaharitz), William (Alexander Bain) dan Jhansen (Kevin Bzezovski). Risa kini tinggal bersama adiknya Riri (Sandrina Michelle), yang sudah mulai jengah dengan kemampuan Risa bisa melihat hantu. Apalagi mereka untuk sementara hanya tinggal berdua karena ibunya menemani bapaknya dinas diluar negeri. Keluarga pamannya, Om Ahmad (Bucek) baru pindah ke bandung bersama istrinya, Tente Tina (Sophia Latjuba) dan Angki (Shawn Adrian) anaknya. Risa dan Riri sering berkunjung bahkan menginap di rumah om Ahmad dan Tante Tina.
Risa awalnya tidak merasa ada yang aneh dengan rumah Om Ahmad, namun suatu hari Risa memergoki Om Ahmad pergi bersama seorang wanita, Risa hampir tidak percaya bahwa Om nya selingkuh, Risa tidak berani bilang ke tante Tina dan memilih menyelidiki sendiri. Namun setelah itu Angki bercerita beberapa hal janggal terjadi dan yang paling aneh adalah sikap Om Ahmad berubah. Suatu malam Risa diganggu oleh sosok hantu perempuan menyeramkan dirumah itu. Apakah benar Om Ahmad selingkuh? Apa hubungan nya dengan terror hantu wanita di rumah itu yang mengganggu keluarga Om Ahmad termasuk Risa?
Apakah Peter dan kawan kawan akan datang membantu Risa meskipun Peter memperingatkan risa sebelumnya tentang roh jahat berbahaya di rumah Om Ahmad itu?


Review:
Keberhasilan film 'Danur: I Can See Ghost' yang mampu meraih jumlah penonton sampai 2,7 juta membuat film Danur 2: Maddah ini sangat ditunggu-tunggu. Ditambah lagi Danur yang pertama menuai pro dan kontra, ada yang menganggap sebagai film horror terbaik, ada pula yang menilai film tersebut hanyalah ajang senam jantung tanpa memperdulikan alur cerita. Kedua hal tersebut menjadi tugas berat bagi semua yang terlibat untuk memproduksi sekuelnya agar bisa lebih baik dari yang pertama.

Benar saja, Danur 2: Maddah ini membuat peningkatan yang cukup signifikan. Jika di film pertama terlalu banyak jumpscared yang terkesan asal-asalan, di Maddah kali ini dibuat menjadi lebih sabar dan tidak terburu-buru sehingga jumpscared yang ditampilkan tepat dan cukup membuat saya menarik nafas panjang. Selain itu pengambilan gambar yang keren mampu menambah kengerian di setiap adegan horrornya. 

Oiya di film ini juga ada beberapa adegan yang bagi saya lumayan serem, sayangnya adegan yang paling menyeramkan justru sudah ditampilkan dalam trailernya yakni adegan waktu lagi dzikir. Sungguh sangat-sangat disayangkan, padahal andai gak ada di trailer pasti bisa lebih mengerikan.

Ide cerita yang dibuat pun sebenarnya termasuk masih segar di perfilman Indonesia sehingga cukup menarik, sayangnya tidak bisa berkembang dengan baik. Jika kita berharap bisa melihat bagaimana kisah persahabatan antara Risa dengan 'teman-temannya' maka di film ini harapan kita tak akan tercapai. Sedikit sekali Peter CS hadir di film ini, Risa lebih sibuk dengan urusan menolong masalah keluarga pamannya seorang diri.

Terakhir, film ini tidak meninggalkan kesan traumatis yang membekas setelah menontonnya. Tidak seperti Danur pertama dengan lagu Boneka Abdi-nya yang bikin terngiang-ngiang di kepala, Maddah tidak ada seperti itu. Ketika keluar bioskop ya sudah selesai begitu aja semuanya jadi biasa aja.


Trailer:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembuktian Fajar/Rian di Piala Thomas Perdana

Fajar/Rian menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Malaysia di babak delapan besar Piala Thomas 2018 (dok. PBSI) Pasangan ganda putra ...