Info:
Rumah Produksi: Falcon Pictures
Produser: HB Naveen & Frederica
Sutradara: Rako Prijanto
Penulis: Johanna Wattimena, Upi Avianto, Ayudia Bing Slamet,
Ditto 'Percussion'
Pemain: Adipati Dolken, Vanesha Prescilla, Cut Beby Tsabina,
Denira Wiraguna, Refal Hady, Diandra Agatha, Sari Nila.
Sinopsis:
Semenjak pertama kali bertemu, Ditto (Adipati Dolken) sudah
suka setengah mati pada Ayu (Vanesha Prescilla). Bukan karena Ayu adalah
seorang Artis, tapi karena Ayu suka bergaya gahar seperti Preman. Kocak!
Sayangnya selama 11 tahun bersahabat, Ditto selalu gagal keluar dari
friendzone.
Apapun usahanya, dari PDKT ke Ayu berkedok nge-band, sampai
akhirnya menjadi musisi perkusi professional, di mata Ayu, Ditto adalah teman
makan dan teman curhat semata. Untungnya, kehidupan cinta Ayu yang
berliku-liku, sering diselingkuhi sana-sini, memastikan Ditto selalu di
dekatnya sebagai tempat curhat langganan. Sampai suatu hari, Ayu bercerita
bahwa ia akan menikah dengan pacarnya, seorang pria sempurna luar dan dalam.
Ditto harus memilih: menyatakan perasaan, atau merelakan
cinta pertamanya jadi sahabat seumur hidup. Kalo saja Ayu tidak tahu kelemahan
Ditto sebagai pacar: tidak setia.
Film ini terinsipirasi dari kisah persahabatan Ayudia Bing
Slamet & Ditto Percussion yang tertulis di buku laris karya mereka:
#TemanTapiMenikah.
Dengan gaya yang santai dan penuh canda, kedua entertainer
asal Jakarta ini menceritakan hidup sebagai pasangan harusnya dimulai dari
persahabatan, dan pada waktu yang tepat (baca: dengan kerja keras dan semangat
pantang mundur ala Ditto) cinta itu akan muncul.
Review:
Awal tahun 2018 jadi tahun yang sibuk bagi Falcon. 3 Film mereka di tahun ini berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia, dari film Dilan yang mencapai lebih dari 6 juta penonton dan menuai protes banyak orang karena masa edar terlalu cepat, promo besar-besaran film Benyamin Biang Kerok yang berujung di ranah hukum, hingga film terbaru mereka Teman Tapi Menikah yang lagi dan lagi ramai karena promosi yang dilakukan dianggap hanyalah sebuah gimmick semata.
Meskipun sejak sebelum tayang film ini sudah banyak pro dan kontra serta memiliki banyak haters, namun tidak membuat saya mengurungkan niat untuk nonton ini. Hasilnya? Sangat puas. Sungguh menyenangkan sekali ketika menonton Teman Tapi Menikah ini.
Bukan Falcon namanya jika tidak membuat gebrakan-gebrakan baru, diawal sebelum mulai film, kita diperingatkan oleh Adipati Dolken & Vanesha Prescilla untuk tidak melakukan pembajakan film. Sederhana tapi keren, jadi ketauan kan kalau masih ada yang instastory di bioskop itu berarti dia gak punya mata, gak punya kuping, dan sudah pasti dia bodoh. Langkah yang brilian dari Falcon. Andai semua film menampilkan seperti itu mungkin gak akan lagi kita temui orang sibuk sosmed di bioskop.
Sudah, mari mulai masuk ke filmnya. Buat kalian yang menonton film Teman Tapi Menikah ini, jangan sampai datang terlambat! Bukan, bukan hanya mengganggu, tapi akan rugi juga. Kenapa? Karena ada alunan musik (apalah ini namanya) yang keren banget. Gokil sih dari pembukaannya udah bikin happy.
Bagusnya lagi, disini kita bakal dibuat terus-terusan seneng sepanjang film. Cerita film ini emang sederhana, mungkin banyak yang akan bilang ini ceritanya rasa ftv, bahkan dari judulnya aja juga udah ketebak endingnya bakalan gimana. Tapi ntah kenapa, film ini justru enak banget buat ditonton. Kita seakan dibawa ke dunianya Ditto dan Ucha dengan bumbu persahabatan mereka yang nyenengin. Dibuat ketawa dan senyum-senyum terus nontonnya liat tingkah konyol keduanya.
Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla juga mainnya oke, Chemistry mereka bener-bener mantep, Dodot terlihat semakin mateng dan buat saya dia adalah orang yang akan meneruskan Reza Rahadian nantinya. Vanesha mulai sekarang jangan diragukan lagi. Setelah main bagus sebagai Milea yang kalem, kini dia lebih ekspresif dan gak kalah bagusnya sebagai Ucha (dan mungkin lebih bagus). Sungguh aset berharga bagi perfilman Indonesia itu dia, 2 film perdananya jadi pemeran utama dan gak mengecewakan. Jadi kedepannya siap-siap aja mereka bakal sering muncul di layar bioskop. Oiya lagu-lagunya yang ada di film ini juga pas banget dan mendukung keseruan filmnya. Apalagi soundtrack Hello You yang dibawain Iqbaal juga enak euy.
Kekurangan dari film ini apa ya? Mungkin masalah latar waktunya kali ya. Dari SMP sampe kuliah dan kerja nggak begitu jelas. Apalagi Vanesha sebagai Ayu dari ga ada perbedaan sama sekali dari penampilannya. Beda dengan Adipati sebagai Ditto yang pas SMP keliatan culun dan berubah pas dewasa.
Terakhir kayaknya bisa jadi pelajaran buat PH-nya nih, lebih sukses dan dapet banyak respon positif kan bikin film drama yang diangkat dari novel daripada bikin film remake/reborn/reboot atau apalah itu dan dapet banyak tanggapan negatif?
Trailer:
https://www.youtube.com/watch?v=Mr6bsJwYGp4

